Gladi Pembukaan Garda Pratama PT ANK Indonesia One Internalisasi Disiplin,Struktur Taktis dan Etos Profesional dalam Pembentukan Satuan Pengamanan

TANGERANG, lingkar7.com
Pelaksanaan gladi upacara pembukaan Pelatihan Garda Pratama PT ANK Indonesia One yang digelar pada Jumat, 17 April 2026, menjadi fase fundamental dalam membangun kesiapan taktis dan disiplin struktural peserta sebelum memasuki tahapan operasional pelatihan secara menyeluruh.

Kegiatan yang diawali dengan pemberian materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) ini dirancang sebagai instrumen pedagogis untuk memastikan setiap peserta memiliki pemahaman yang presisi terhadap posisi, peran, serta alur pelaksanaan kegiatan.

Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga mampu merespons secara adaptif setiap dinamika dalam formasi, mulai dari pembentukan sikap dasar, pengenalan perangkat, hingga konsolidasi pasukan dalam satu kesatuan komando.
Instruktur pelatihan, Briptu Rizaldi Aziz, menekankan bahwa penguasaan PBB bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan fondasi utama dalam membentuk karakter disiplin, ketepatan, serta koordinasi kolektif yang menjadi esensi dalam tugas pengamanan.

“Melalui latihan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap individu memiliki kesadaran struktural dan kesiapan respons yang tinggi. Ke depan, anggota satuan pengamanan diharapkan mampu menunjukkan sikap profesional dengan menjunjung tinggi rasa hormat, baik terhadap institusi kepolisian, instansi lain, maupun masyarakat sebagai penerima manfaat utama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti posisi strategis satuan pengamanan (satpam) sebagai garda terdepan dalam interaksi langsung dengan masyarakat. Dalam konteks tersebut, satpam tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mediator yang mampu menjembatani kepentingan antara konsumen dan perusahaan, sekaligus berkontribusi dalam penyelesaian permasalahan secara preventif dan humanis.

Manajer PT ANK Indonesia One, Rio Adikara, menegaskan bahwa pelatihan Garda Pratama merupakan proses transformasi kapasitas sumber daya manusia yang tidak dapat direduksi sebatas pemenuhan aspek administratif.

“Orientasi utama kami adalah membentuk personel pengamanan yang memiliki integritas tinggi, kedisiplinan yang terinternalisasi, serta kesiapan mental dalam menghadapi kompleksitas tugas di lapangan. Sertifikat dan kartu anggota hanyalah konsekuensi administratif dari proses pembentukan karakter yang lebih substansial,” ujarnya.

Rio menambahkan bahwa setiap tahapan pelatihan, termasuk gladi pembukaan, merupakan bagian dari mekanisme evaluasi berbasis praktik yang dirancang untuk mengukur kesiapan riil peserta secara holistik—baik dari aspek teknis, psikologis, maupun etika profesi.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT ANK Indonesia One, Kartino, SE., SH., menegaskan bahwa penyelenggaraan pelatihan ini tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan bisnis, melainkan sebagai kontribusi nyata dalam menciptakan ekosistem keamanan yang profesional dan berstandar kompetensi.

“Kami berkomitmen mencetak kader pengamanan yang memiliki kualifikasi berjenjang, mulai dari Garda Pratama hingga Garda Madya, dengan penekanan pada nilai-nilai profesionalisme yang melekat dalam setiap individu. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi), tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam menjalankan peran pengamanan secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Dengan pendekatan pelatihan yang mengedepankan integrasi antara disiplin struktural, pembentukan karakter, serta penguasaan teknis berbasis standar operasional, gladi ini menjadi representasi konkret dari upaya sistematis PT ANK Indonesia One dalam membangun kapasitas satuan pengamanan yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa dalam lanskap keamanan modern, keberadaan satuan pengamanan tidak lagi bersifat komplementer semata, melainkan menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas, membangun kepercayaan publik, serta memastikan keberlangsungan operasional institusi secara berkelanjutan.




Editor : Rohiim

Posting Komentar

0 Komentar