TANGERANG, lingkar7.com
Pelaksanaan diklat tahap kedua dalam rangkaian pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengamanan yang diselenggarakan PT ANK Indonesia One memasuki fase krusial yang berorientasi pada penguatan kesiapan taktis, konsistensi disiplin, serta internalisasi etos kehadiran peserta.
Kegiatan yang digelar di halaman kantor perusahaan, Jalan Boulevard Raya Taman Royal, Kota Tangerang, Sabtu (18/4/2026), menjadi parameter awal sebelum peserta memasuki tahapan operasional pelatihan secara komprehensif dan berstandar profesional.
Dalam kerangka pembangunan sumber daya manusia pada sektor satuan pengamanan (Satpam), Pembukaan Diklat kedua ini menegaskan bahwa proses pelatihan tidak berhenti pada dimensi seremonial, melainkan menjadi instrumen strategis dalam membentuk karakter, integritas, serta kepatuhan terhadap sistem komando.
Pendekatan ini selaras dengan paradigma modern pembinaan Satpam yang menempatkan aspek mentalitas, ketegasan sikap, dan keseragaman gerak sebagai fondasi utama profesionalisme. Pelatih kegiatan, Brigpol Zulqy Alif Khan, S.H., menjelaskan bahwa upacara pembukaan memiliki nilai simbolik sekaligus operasional yang signifikan dalam membangun kesiapan peserta.
“Upacara pembukaan bukan sekadar formalitas, melainkan momentum institusional yang sarat makna. Di dalamnya, peserta dikenalkan pada struktur Kepemimpinan Kasubdit Kasubdit (Kepala Subdirektorat) Polda Metro Jaya AKBP Eka Setiawatii., S.H., S.I.K., M.H pola komunikasi komando, serta standar sikap dalam Peraturan Baris Berbaris (PBB). Ini adalah ruang pembentukan mental, keberanian tampil, dan konsistensi dalam bertindak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pada tahap gladi kedua, materi mengalami eskalasi kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan fase sebelumnya. Penekanan diberikan pada aspek teknis pelaporan, presisi gerakan, serta pembentukan perangkat upacara yang terstruktur, efektif, dan fungsional.
Sebagai bagian dari simulasi operasional, delapan peserta didik dipilih secara selektif untuk mengisi posisi strategis dalam perangkat upacara, meliputi Komandan Upacara, Perwira Upacara, Ajudan, petugas penyematan pita tanda pelatihan, pembaca Janji Satpam, pembaca doa, Master of Ceremony (MC), hingga pembawa baki.
Distribusi peran ini tidak hanya bertujuan memastikan alur upacara berjalan sistematis, tetapi juga menjadi instrumen evaluatif dalam mengukur kapasitas kepemimpinan, kemampuan komunikasi publik, serta ketahanan psikologis individu.
“Ini merupakan bagian integral dari desain pelatihan menuju pelaksanaan penutupan Diklat yang ideal. Harapannya, seluruh kompetensi yang diperoleh dapat terimplementasi secara konkret dalam praktik kerja di lapangan,” tambahnya.
Dari perspektif peserta, pengalaman dalam gladi kedua memberikan dimensi pembelajaran yang lebih substantif. Salah satu peserta yang dipercaya sebagai Master of Ceremony, Anisa Suminar, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memperkuat tidak hanya kompetensi teknis, tetapi juga solidaritas tim dan tanggung jawab kolektif.
“Pelaksanaan gladi ini menjadi ruang pembelajaran yang komprehensif. Kami tidak hanya dilatih secara teknis, tetapi juga dituntut untuk membangun koordinasi, kepercayaan diri, dan rasa tanggung jawab terhadap peran masing-masing,” tuturnya.
Senada dengan pernyataan dikegiatan sebelumnya, pimpinan perusahaan PT ANK Indonesia One, Kartino, SE., SH., menegaskan bahwa penyelenggaraan Diklat Gada Pratama dan Gada Madya merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendorong standardisasi dan diferensiasi kualitas pendidikan Satpam di Indonesia.
Ia menilai bahwa pendidikan Satpam ke depan harus memiliki ciri khas yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian sertifikasi administratif, tetapi juga pada penguatan kompetensi substantif dan aplikatif.
“Diklat ini harus menjadi barometer kualitas pendidikan Satpam nasional. Output yang dihasilkan tidak boleh berhenti pada sertifikat semata, melainkan harus mampu menciptakan personel yang memiliki kapasitas implementatif, mampu menerjemahkan teori ke dalam praktik kerja, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pengguna jasa,” tegasnya.
Secara keseluruhan, pelaksanaan pembukaan Diklat kedua ini mencerminkan keseriusan PT ANK Indonesia One dalam membangun ekosistem pelatihan yang berorientasi pada profesionalisme, integritas, serta kesiapan mental. Tahapan ini menjadi fondasi strategis dalam mencetak tenaga pengamanan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap dinamika tugas di lapangan.
Dengan demikian, Diklat ini tidak hanya berfungsi sebagai wahana peningkatan kapasitas individu, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan peran Satpam sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan kerja dan masyarakat luas.
Rohim



0 Komentar