Hw93HA4LiG8KQ6N3MHouzfA3a4cbHUT1jmp1qQzl
Bookmark

Polda Kalimantan Tengah Gelar Tradisi Pencucian Pataka Manunggal Dharma Karya Jaya sebagai Momentum Refleksi Nilai-Nilai Luhur Tribrata

PALANGKA RAYA,lingkar7.com
Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menyelenggarakan prosesi Pencucian Pataka Manunggal Dharma Karya Jaya sebagai bagian integral dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan sakral tersebut berlangsung di Aula Graha Bhayangkara Mapolda Kalteng, Jalan Tjilik Riwut Km. 1, Kota Palangka Raya, Minggu (21/06/2026) sore.

Prosesi tradisi kepolisian yang sarat dengan nilai filosofis dan historis tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, didampingi Wakapolda Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha, serta dihadiri para Pejabat Utama (PJU) dan personel jajaran Polda Kalimantan Tengah.

Dalam keterangannya, Kapolda Kalteng menegaskan bahwa pencucian Pataka bukan semata-mata seremoni institusional tahunan, melainkan simbol pemuliaan terhadap nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi landasan moral, etik, dan ideologis bagi setiap insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara dan masyarakat.

“Upacara pencucian Pataka merupakan tradisi wajib dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara. Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi fondasi moral dan spiritual pengabdian Polri,” ujar Irjen Pol Iwan Kurniawan.

Pataka Manunggal Dharma Karya Jaya sendiri merepresentasikan semangat persatuan pengabdian, dedikasi profesional, serta integritas institusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, menurut Kapolda, harus senantiasa diinternalisasikan dalam setiap dimensi pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam penegakan hukum yang berkeadilan, humanis, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa simbol institusional tersebut tidak hanya berfungsi sebagai identitas korps, tetapi juga menjadi pengingat kolektif bagi seluruh anggota Polri agar senantiasa menjunjung tinggi prinsip kebenaran, profesionalisme, serta tanggung jawab moral sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dalam perspektif kelembagaan, tradisi pencucian Pataka juga dimaknai sebagai ruang reflektif untuk melakukan evaluasi internal terhadap kualitas pengabdian institusi Polri di tengah dinamika sosial masyarakat yang semakin kompleks.

Momentum Hari Bhayangkara, menurutnya, harus dijadikan titik tolak penguatan transformasi kultur organisasi menuju institusi kepolisian yang semakin presisi, adaptif, dan dipercaya publik.

“Tradisi ini diharapkan menjadi momentum introspeksi dan perenungan bagi seluruh prajurit Korps Bhayangkara, agar ke depan Polri semakin dekat dengan masyarakat, semakin humanis dalam pelayanan, serta semakin memperoleh legitimasi dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Pelaksanaan prosesi pencucian Pataka berlangsung penuh khidmat dan nuansa simbolik yang mencerminkan penghormatan terhadap sejarah, dedikasi, serta kesinambungan nilai-nilai pengabdian institusi Polri.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Polda Kalimantan Tengah dalam menjaga marwah institusi melalui penguatan etika profesi, integritas moral, dan orientasi pelayanan publik yang berkeadaban.

Sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, tradisi ini diharapkan tidak hanya menjadi ritual seremonial, tetapi juga mampu memperkuat kesadaran kolektif seluruh personel Polri terhadap tanggung jawab konstitusional dalam menjaga stabilitas keamanan nasional serta membangun hubungan yang harmonis dan partisipatif dengan masyarakat.



Adji/Rhm

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
Cari Blog Ini
Popular Posts