Hw93HA4LiG8KQ6N3MHouzfA3a4cbHUT1jmp1qQzl
Bookmark

Polda Sulawesi Tengah Canangkan Program Bedah Rumah Tak Layak Huni Jelang Hari Bhayangkara ke-80 2026

PALU, lingkar7.com
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) mencanangkan program bedah rumah sebagai manifestasi konkret pengabdian institusi Polri kepada masyarakat. Program sosial kemasyarakatan tersebut diarahkan untuk membantu warga kurang mampu serta keluarga besar Polri yang belum memiliki hunian layak huni.

Kegiatan pencanangan dilaksanakan di Kota Palu dan dihadiri langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Nasri, didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng, jajaran Bhayangkari Daerah Sulawesi Tengah, serta unsur tokoh agama, pemuda, dan masyarakat setempat.

Dalam keterangannya, Brigjen Pol Nasri menegaskan bahwa program bedah rumah bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan representasi nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial yang menjadi bagian integral dari semangat pengabdian Polri.

“Program ini merupakan bentuk nyata kepedulian institusi Polri dalam menumbuhkan semangat cinta kasih, gotong royong, serta kepedulian sosial terhadap masyarakat dan keluarga besar Polri yang membutuhkan hunian yang layak dan manusiawi,” ujar Brigjen Pol Nasri, Sabtu (20/6/2026).

Sebagai penanda dimulainya program tersebut, dilakukan renovasi terhadap rumah milik Nirfan, warga Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. Hunian tersebut menjadi salah satu prioritas bantuan sosial dalam momentum Hari Bhayangkara tahun ini.

Kapolda Sulteng juga menegaskan bahwa program bedah rumah memiliki orientasi pengabdian berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika sosial masyarakat.

Dalam konteks pascabencana gempa bumi yang sempat melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, sebagian sasaran program secara khusus diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak yang mengalami kerusakan tempat tinggal.

Lebih lanjut, Brigjen Pol Nasri menginstruksikan seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah agar turut berpartisipasi aktif melalui renovasi minimal satu unit rumah warga di wilayah masing-masing.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperluas dampak sosial program sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai institusi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan relasi sosial yang harmonis antara Polri dan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui fungsi penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi-aksi kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta penguatan tali persaudaraan, meningkatnya solidaritas sosial, serta terbangunnya kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik, inklusif, dan berkeadaban,” pungkasnya.

Program bedah rumah tersebut menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial Hari Bhayangkara ke-80 yang menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai humanisme, empati sosial, dan kolaborasi antara institusi negara dengan masyarakat dalam membangun kesejahteraan bersama.(Ezha)


Rhm

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
Cari Blog Ini
Popular Posts