Terminal Bus Kalideres Gelar Penyemprotan dan Pembersihan Massal, Ciptakan Lingkungan Bersih dan Nyaman
Dalam upaya meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan serta menciptakan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa transportasi, Unit Pengelola (UP) Terminal Bus Kalideres menggelar kegiatan penyemprotan dan pembersihan menyeluruh (emplasemen) di kawasan Terminal Bus Kalideres.Jumat 12/6/2026.
Kegiatan yang melibatkan seluruh unsur petugas terminal,petugas damkar, PPSU kelurahan kalideres serta Satpol PP kecamatan juga TNI-POLRI tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pengelola terminal dalam mewujudkan lingkungan transportasi publik yang sehat, bersih, tertata, dan representatif sebagai salah satu gerbang mobilitas masyarakat di wilayah Jakarta Barat.
Pelaksanaan kegiatan didukung oleh dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang digunakan untuk melakukan penyemprotan area terminal secara menyeluruh, mencakup zona kedatangan, keberangkatan, area parkir bus, fasilitas umum, hingga titik-titik yang berpotensi menjadi sumber penumpukan debu dan sampah.
Dalam pelaksanaannya, seluruh petugas kebersihan Shift 1 dan Shift 2 diwajibkan hadir dengan membawa perlengkapan kerja masing-masing guna memastikan proses pembersihan berjalan optimal. Sementara itu, petugas regu malam turut diperintahkan untuk bergabung dengan regu pagi sebelum mengakhiri tugasnya, sehingga tercipta sinergi dan efektivitas dalam pelaksanaan kegiatan kebersihan massal tersebut.
Tidak hanya petugas kebersihan, kegiatan ini juga melibatkan seluruh pegawai Tata Usaha (TU) Terminal Bus Kalideres serta kru Bus Labuan yang beroperasi di kawasan terminal. Keterlibatan lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan terminal bukan hanya menjadi tugas petugas kebersihan semata, melainkan merupakan kewajiban bersama seluruh elemen yang beraktivitas di lingkungan terminal.
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Terminal Bus Kalideres, Nur Prasetyo, mengungkapkan bahwa kebersihan merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor transportasi darat. Menurutnya, terminal yang bersih dan tertata akan memberikan rasa aman, nyaman, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.
"Kebersihan lingkungan terminal merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh petugas, operator bus, maupun pengguna jasa transportasi untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas publik ini. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana terminal yang nyaman, sehat, dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Prasetyo.
Lebih jauh, Prasetyo menegaskan bahwa kegiatan penyemprotan dan pembersihan massal yang dilaksanakan secara berkala bukan sekadar rutinitas pemeliharaan sarana dan prasarana terminal, melainkan bagian integral dari transformasi tata kelola terminal modern yang mengedepankan prinsip keberlanjutan (sustainability), kualitas pelayanan publik, serta penguatan budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, terminal sebagai simpul strategis transportasi darat memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat naik dan turun penumpang. Terminal merupakan ruang publik yang menjadi representasi kualitas pelayanan pemerintah di sektor transportasi.
Oleh karena itu, aspek kebersihan, kesehatan lingkungan, ketertiban, dan kenyamanan harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam sistem pengelolaan terminal yang adaptif terhadap tuntutan pelayanan publik modern.
"Kebersihan merupakan indikator penting dalam mengukur kualitas sebuah layanan publik. Terminal yang bersih, tertata, dan nyaman akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan lingkungan, meningkatkan rasa aman bagi pengguna jasa, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan pemerintah," tambah rasetyo.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan terpadu inj melibatkan seluruh unsur petugas, mulai dari tenaga kebersihan, petugas administrasi, hingga kru operator bus, merupakan implementasi nyata dari pendekatan kolaboratif dalam pengelolaan fasilitas publik.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu unit kerja tertentu, melainkan kewajiban bersama seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan terminal.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kultur organisasi yang menempatkan disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat gotong royong sebagai nilai fundamental dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Dengan terciptanya lingkungan terminal yang bersih dan sehat, produktivitas kerja petugas dapat meningkat, sementara pengguna jasa memperoleh pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan manusiawi.
UP Terminal Bus Kalideres memandang bahwa investasi terhadap kebersihan lingkungan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun citra dan reputasi pelayanan publik.
Di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan transportasi, pengelola terminal dituntut tidak hanya memastikan kelancaran operasional armada, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang higienis, aman, inklusif, dan berdaya saing.
Untuk itu, kegiatan penyemprotan dan pembersihan massal yang dilaksanakan secara berkesinambungan diharapkan mampu melahirkan budaya kebersihan yang mengakar dan menjadi identitas kolektif seluruh insan Terminal Bus Kalideres.
Budaya ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan terminal yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat konektivitas transportasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang representatif, berwawasan lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Dengan mengusung semangat Lingkungan Bersih, Terminal Nyaman, Pelayanan Semakin Baik, Terminal Bus Kalideres terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan standar pelayanan publik yang unggul, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Hal ini menjadi refleksi dari tekad bersama untuk menjadikan terminal sebagai wajah transportasi perkotaan yang modern, humanis, dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik di era yang semakin dinamis dan kompetitif.
Editir;Rohim


