Diduga Hindari Dua Pemotor Potong Jalur, Truk Box JNE Terguling di Flyover Sudirman Kota Tangerang
TANGERANG,lingkar7.com
Sebuah truk box yang dioperasikan oleh perusahaan jasa ekspedisi JNE mengalami kecelakaan tunggal terguling di Flyover Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang,sekitar pukul 19.00 WIB. Minggu (12/7/2026)
Peristiwa tersebut menjadi perhatian pengguna jalan karena terjadi di salah satu ruas utama dengan tingkat mobilitas kendaraan yang cukup tinggi pada malam hari. Meski menyebabkan kerusakan pada kendaraan dan sempat mengganggu arus lalu lintas, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Proses evakuasi berlangsung cepat dan terkoordinasi sehingga arus kendaraan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman tetap dapat dikendalikan tanpa menimbulkan kemacetan berkepanjangan. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, truk box bernomor polisi A 9158 ZB melaju dari arah Cikokol menuju kawasan Pasar Induk Tanah Tinggi.
Kendaraan diketahui tengah dalam perjalanan menuju fasilitas Full JNE di Jalan KH Hasyim Ashari, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, setelah sebelumnya menjalani proses penggantian ban sebagai bagian dari perawatan armada.
Dalam keterangannya Pengemudi truk, Sahroni (63), menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika dua pengendara sepeda motor yang melaju searah diduga secara tiba-tiba memotong jalur ke sisi kiri. Manuver mendadak itu, menurutnya, membuat dirinya melakukan tindakan refleks untuk menghindari benturan.
"Awalnya saya kaget karena ada dua motor yang tiba-tiba memotong ke kiri. Saya berusaha menghindar, tetapi kendaraan menjadi oleng, menabrak trotoar, lalu terguling," ujar Sahroni kepada wartawan.
Akibat upaya menghindari tabrakan, truk kehilangan stabilitas. Kendaraan kemudian oleng ke sisi kiri, menghantam trotoar flyover, sebelum akhirnya terguling. Sahroni berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka serius.
Namun demikian, keterangan berbeda disampaikan oleh seorang saksi mata berinisial RB yang berada di sekitar lokasi kejadian. Menurut RB, sebelum kecelakaan terjadi, truk melaju dengan kecepatan yang relatif tinggi dari arah Cikokol menuju Pasar Induk Tanah Tinggi.
RB mengaku memperhatikan laju kendaraan karena ukuran truk yang cukup besar. Tidak lama kemudian, kendaraan tampak kehilangan kendali, bergerak ke arah kiri, menghantam trotoar, dan bagian depannya tersangkut pada pagar pembatas flyover sebelum akhirnya terguling.
"Dari yang saya lihat, truk melaju cukup kencang dari arah Cikokol. Tiba-tiba oleng ke kiri, menabrak trotoar, lalu bagian depannya tersangkut pagar pembatas flyover. Setelah itu truk langsung terguling," tuturnya.
Perbedaan keterangan antara pengemudi dan saksi tersebut menjadi salah satu aspek yang akan didalami oleh penyidik untuk memperoleh gambaran utuh mengenai penyebab kecelakaan berdasarkan alat bukti, keterangan para saksi, kondisi kendaraan, serta hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sesaat setelah menerima laporan, petugas kepolisian bersama tim evakuasi bergerak menuju lokasi untuk mengamankan area, mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi kendaraan yang terguling. Penanganan dilakukan secara cepat sehingga aktivitas masyarakat di ruas jalan tersebut tidak mengalami gangguan berarti.
Selanjutnya, kendaraan diamankan ke Unit Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota sebagai bagian dari prosedur penyelidikan. Aparat kepolisian akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kronologi kejadian, termasuk kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV), kondisi teknis kendaraan, serta faktor manusia maupun lingkungan yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan.
Saat dikonfirmasi mengenai status kendaraan, seorang petugas keamanan JNE yang enggan disebutkan identitasnya menegaskan bahwa truk tersebut bukan merupakan aset milik JNE.
"Truk tersebut merupakan armada milik perusahaan vendor yang bekerja sama dengan JNE. Pengemudinya juga merupakan personel dari perusahaan vendor," ujarnya, Senin (13/7/2026).
Sahroni menjelaskan bahwa dirinya hanya bertugas sebagai pengemudi yang menjalankan instruksi operasional dari perusahaan. Ia mengaku tidak memiliki kewenangan maupun pengetahuan mengenai aspek teknis kendaraan selain informasi yang diterimanya sebelum keberangkatan.
Menurutnya, sebelum dioperasikan, truk tersebut baru selesai menjalani proses penggantian ban. Setelah pekerjaan perawatan dinyatakan selesai, dirinya diperintahkan membawa kendaraan menuju fasilitas Full JNE di Jalan KH Hasyim Ashari sebagai bagian dari operasional distribusi logistik.
"Saya hanya menjalankan tugas mengantar truk ini ke Full JNE. Sebelumnya kendaraan selesai dilakukan penggantian ban, lalu saya diperintahkan membawa kendaraan ketujuan," jelas Sahroni.
Ia menambahkan bahwa seluruh aspek yang berkaitan dengan kondisi teknis armada, kelayakan operasional, maupun prosedur pemeliharaan sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab perusahaan vendor selaku pemilik kendaraan. Keterangan tersebut dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyelidikan.
Selain mendalami dugaan adanya faktor eksternal berupa manuver kendaraan lain, penyidik juga berpeluang menelusuri aspek kelaikan teknis armada, termasuk riwayat perawatan, penggantian komponen, serta standar operasional sebelum kendaraan dioperasikan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa keselamatan lalu lintas merupakan hasil interaksi berbagai faktor, mulai dari perilaku pengguna jalan, kondisi kendaraan, hingga kepatuhan terhadap ketentuan berlalu lintas. Dugaan manuver mendadak kendaraan lain maupun faktor teknis masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan yang objektif dan berbasis alat bukti.
Di sisi lain, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk mengedepankan keselamatan bersama.
Tindakan memotong jalur tanpa memperhitungkan jarak aman maupun kondisi lalu lintas berpotensi memicu kecelakaan yang tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Oleh karena itu, disiplin, kehati-hatian, dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas merupakan elemen fundamental dalam mewujudkan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkeadilan.
Red

