Hw93HA4LiG8KQ6N3MHouzfA3a4cbHUT1jmp1qQzl
Bookmark

55 Pohon Hijaukan Jurumudi Baru,Camat Benda Teguhkan Gotong Royong Jadi Kekuatan Ketahanan Lingkungan

TANGERANG, lingkar7.com
Upaya membangun lingkungan perkotaan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan terus digelorakan Pemerintah Kota Tangerang melalui penguatan partisipasi masyarakat. Di Kecamatan Benda, gerakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kerja Bakti, Penanaman Pohon yang berlangsung di halaman SDN Jurumudi Baru,dan Pengecatan Kanstin di sepanjang Jalan Husein Sastranegara, Benda, Kota Tangerang, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB ini menjadi bagian dari agenda Jumat Asri, sebuah gerakan gotong royong yang secara rutin dilaksanakan di wilayah Kecamatan Benda dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparatur pemerintah, masyarakat, RT/RW, Siswa Pelajar,Pramuka, Fokja FKTS, hingga unsur TNI-Polri.

Gerakan tersebut tidak sekadar diarahkan pada aktivitas kebersihan lingkungan. Lebih jauh, Jumat Asri menjadi instrumen partisipatif untuk membangun kesadaran ekologis masyarakat sekaligus memperkuat tanggung jawab kolektif dalam merawat ruang publik dan fasilitas umum.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan adalah penanaman pohon di wilayah kawasan Kampung Rawa Bamban Jalan Faliman Jaya RT004/RW 006  (Blok Komeng),Kelurahan Jurumudi Baru,yang dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Benda, jajaran aparatur kecamatan dan kelurahan, RT/RW, perwakilan dunia usaha, serta masyarakat.

Lurah Jurumudi Baru, Abdul Wahab, SE., M.Ak., menjelaskan sebanyak 55 pohon yang ditanam terdiri atas sejumlah jenis tanaman dengan karakteristik yang beragam. Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi,
● Tabebuya Varigata dan Rossea;
●  Ekaliptus; dan Pohon Mangga.

Menurut Wahab, proses penanaman dilakukan secara gotong royong dengan mengedepankan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah Kelurahan Jurumudi Baru. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa agenda penghijauan tidak ditempatkan semata sebagai tanggung jawab pemerintah, tetapi sebagai bagian dari ekosistem sosial yang membutuhkan keterlibatan publik secara langsung.

Program penghijauan di Kecamatan Benda memiliki dimensi yang lebih luas dibandingkan sekadar penambahan vegetasi di ruang publik. Penanaman pohon merupakan salah satu pendekatan preventif dalam memperkuat daya dukung lingkungan perkotaan, terutama di tengah meningkatnya tekanan akibat kepadatan permukiman, aktivitas transportasi, dan perubahan tata guna lahan.

Vegetasi memiliki fungsi ekologis dalam membantu menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menangkap sebagian partikulat udara, serta memberikan efek peneduh yang dapat membantu menurunkan suhu mikro di kawasan perkotaan. Sistem perakaran pohon dapat berkontribusi terhadap peningkatan infiltrasi air ke dalam tanah.

Dalam konteks pengelolaan lingkungan perkotaan, keberadaan vegetasi yang terpelihara dapat menjadi salah satu bagian dari strategi pengendalian limpasan air hujan dan pengurangan potensi genangan. Karena itu, keberhasilan program penghijauan tidak semestinya hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberlangsungan hidup tanaman, pemeliharaan, ketersediaan ruang tumbuh, serta konsistensi masyarakat dalam merawatnya.

Camat Benda, Saipul Ulum, S.IP., menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kualitas lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, keberlanjutan lingkungan membutuhkan kesadaran, tanggung jawab, dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak warga Kecamatan Benda menjadikan kerja bakti dan penghijauan sebagai kebiasaan kolektif yang dilakukan secara konsisten.

“Mari kita jadikan kerja bakti dan penanaman pohon sebagai budaya bersama. Kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, serta menjaga kebersihan saluran drainase. Dari tindakan kecil tersebut akan lahir perubahan besar bagi masa depan lingkungan kita,” ujarnya.

Ulum berharap masyarakat Kecamatan Benda senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan sehingga dapat terus berkontribusi dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan.

Selain memberikan manfaat ekologis, kegiatan Jumat Asri juga memiliki dimensi sosial yang strategis. Gotong royong menjadi ruang interaksi yang mempertemukan aparatur pemerintah dengan masyarakat secara langsung.

Keterlibatan semua unsur lintas sektor, memperlihatkan bahwa pengelolaan lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat kebijakan, tetapi juga sebagai aktor yang memiliki peran dalam menentukan kualitas lingkungan tempat mereka tinggal.

“Kerja bakti bukan hanya persoalan membersihkan lingkungan. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Fasilitas umum yang kita gunakan bersama juga harus kita jaga bersama,” kata Ulum.

Ia menambahkan, budaya gotong royong yang diwariskan secara turun-temurun harus terus dipertahankan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan saat ini.

Gerakan tersebut menjadi bagian dari semangat Pemerintah Kota Tangerang dalam mendorong masyarakat di 13 kecamatan untuk berperan aktif dalam menjaga kualitas lingkungan.

Upaya ini diarahkan tidak hanya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, tetapi juga membangun ketahanan lingkungan melalui penghijauan, pengelolaan sampah, pemeliharaan drainase, serta peningkatan kesadaran masyarakat.

Pesan yang dibangun sederhana, tetapi fundamental lingkungan yang sehat tidak lahir dari kebijakan semata, melainkan dari kebiasaan masyarakat yang dilakukan secara konsisten.

Karena itu,Kegiatan  penanaman pohon  inj harus dipandang sebagai titik awal, bukan titik akhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap pohon tumbuh dan terawat, ruang publik tetap bersih, saluran air tidak tersumbat, serta budaya gotong royong terus hidup di tengah dinamika perkotaan.

Saipul Ulum berharap wilayahnya dapat menjadi salah satu contoh kawasan perkotaan yang mampu mengintegrasikan kebersihan, penghijauan, partisipasi publik, dan pembangunan berkelanjutan.

“Semoga Kecamatan Benda mampu menjadi contoh kawasan perkotaan yang bersih, hijau, sehat, tangguh terhadap perubahan iklim, serta berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Pada akhirnya, gerakan penghijauan dan kerja bakti bukan sekadar aktivitas rutin Jumat pagi. Ia merupakan investasi ekologis sekaligus investasi sosial—sebuah ikhtiar menjaga kualitas lingkungan hari ini agar tetap layak dihuni dan diwariskan kepada generasi mendatang. Sebab pembangunan kota tidak hanya diukur dari seberapa banyak infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari seberapa serius masyarakat dan pemerintah menjaga lingkungan sebagai fondasi kehidupan.

@sachrudin_srd Emaryono_hs
@hermansuwarman 6sulum805
#KotaTangerang #BersamaMelayani #TangerangAyo
#BersamaMembangunKota #BendaJuwara


RHM


Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
Cari Blog Ini
Popular Posts