RAKER JTR 2026: Reshuffle Kepengurusan dan Pembenahan Organisasi Jadi Fokus Utama
BANTEN, lingkar7.com
Jurnalis Tangerang Raya (JTR) menggelar Rapat Kerja (RAKER) sekaligus evaluasi organisasi di Hotel Marbella, Jalan Raya Karang Bolong, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (1/8/2026). Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk membenahi tata kelola, memperkuat profesionalisme, sekaligus menetapkan arah strategis organisasi ke depan.
Kegiatan RAKER ke-9 ini membahas sejumlah agenda penting, mulai dari evaluasi kinerja, pendataan anggota, penguatan koordinasi internal, pembenahan administrasi, hingga pengesahan reshuffle kepengurusan JTR periode 2025–2028.
Ketua JTR, Ahmad Putra, menegaskan bahwa evaluasi dilakukan untuk memastikan organisasi berjalan lebih tertib, solid, profesional, dan terukur.
"RAKER ke-9 ini semoga menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh sekaligus melakukan pembenahan organisasi. Kami ingin memastikan JTR ke depan dapat berjalan lebih tertib, solid, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota," ujar Ahmad Putra.
Dalam forum tersebut, Ahmad Putra menetapkan sejumlah agenda prioritas, di antaranya menindaklanjuti hasil audiensi tahun 2025 melalui penyebaran SK kepengurusan dan keanggotaan kepada OPD dan kecamatan, menggelar rapat bulanan setiap tanggal 10 mulai Agustus 2026, serta memberlakukan iuran organisasi secara rutin pada tanggal yang sama.
JTR juga akan melakukan pendataan ulang anggota, membenahi grup rilis organisasi, memperkuat komunikasi dengan OPD dan kecamatan, serta menyusun kegiatan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari program organisasi.
Selain itu, Forum juga secara resmi mengesahkan reshuffle kepengurusan sebagai langkah penyegaran struktur dan penguatan kelembagaan. Perubahan tersebut diarahkan untuk menempatkan pengurus sesuai kapasitas, kompetensi, dedikasi, dan tanggung jawab masing-masing.
Pendiri sekaligus Pembina JTR, R. Herwanto, menegaskan bahwa setiap keputusan yang dihasilkan melalui forum organisasi harus dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh jajaran.
"Keputusan yang lahir dari rapat kerja bukan sekadar dokumen organisasi, melainkan komitmen kolektif yang wajib dilaksanakan dan dipatuhi. Loyalitas terhadap keputusan bersama merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang profesional, solid, dan berintegritas," tegas Herwanto.
Ia menambahkan, kekuatan organisasi tidak ditentukan oleh banyaknya program yang disusun, tetapi dari kemampuan seluruh pengurus dalam merealisasikan keputusan secara konsisten, transparan, bertanggung jawab, dan akuntabel.
Berdasarkan SK Himpunan Jurnalis Tangerang Raya Nomor 05/JTR/VII/2026 tentang Pengangkatan Pengurus JTR Periode 2025–2028, yang mengacu pada SK Pembina/Pendiri Himpunan Jurnalis Nomor 006/SK/PB/VII/2026, susunan kepengurusan ditetapkan sebagai berikut:
* Pendiri dan Pembina: R. Herwanto
* Penasehat: Zaki Al-Qadri dan Jefriansyah
* Ketua: Ahmad Putra
* Wakil Ketua: Muhammad Irfansyah
* Sekretaris: Marinan
* Wakil Sekretaris: Saripudin
* Bendahara: Sarkiyah
* Wakil Bendahara: Tuti Alapsah
* Bidang Organisasi: Nean Irawan
* Anggota: Harso
* Seksi Pendidikan dan Latihan: Ari Sapari dan Nurdhany
* Seksi Kerohanian dan Sosial: Karta Wijaya dan Emguslim
* Seksi Humas: Efendi Lubis dan Nurul Anwar.
Kepengurusan tersebut mendapat mandat untuk menjalankan program organisasi, melakukan pendataan dan pembinaan anggota, serta mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme jurnalis dengan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Dari Evaluasi Menuju Aksi Demi Perbaikan Organisasi", JTR menargetkan pembenahan tata kelola, penguatan kapasitas sumber daya manusia, tertib administrasi keanggotaan, serta peningkatan kualitas komunikasi dan koordinasi organisasi.
Kegiatan ini menjadi komitmen organisasi untuk mendorong lahirnya jurnalis yang profesional, independen, berimbang, kredibel, dan berintegritas di tengah perubahan industri media akibat transformasi digital.
Hasil Raker JTR ke-9 ini diharapkan tidak berhenti sebagai keputusan administratif, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata, disiplin organisasi, transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab kolektif seluruh pengurus demi memperkuat eksistensi organisasi serta berkontribusi terhadap kemajuan kehidupan pers dan pemenuhan hak publik atas informasi yang berkualitas.
Rhm

