Hw93HA4LiG8KQ6N3MHouzfA3a4cbHUT1jmp1qQzl
Bookmark

RSUD Pakuhaji Pangkas Antrean Lansia, Obat Diantar ke Rumah: Pelayanan Kesehatan Berpihak pada Pasien

Kab TANGERANG,       lingkar7.com
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pakuhaji Kabupaten Tangerang menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan memangkas waktu antrean pasien lanjut usia (lansia), khususnya mereka yang menderita penyakit kronis dan membutuhkan pengobatan rutin.

Langkah ini menjadi bentuk keberpihakan rumah sakit kepada masyarakat, terutama pasien lansia yang memiliki keterbatasan fisik dan tidak seharusnya dipaksa menjalani proses pelayanan yang berbelit maupun menunggu terlalu lama.

Tak berhenti pada percepatan pelayanan di rumah sakit, RSUD Pakuhaji juga menghadirkan langkah pelayanan yang lebih humanis dengan mengantarkan obat pasien hingga ke rumah, sehingga pasien maupun keluarga tidak selalu harus datang kembali ke rumah sakit hanya untuk mengambil obat.

Direktur RSUD Pakuhaji, dr. Hj. Umie Kulsum, M.M., menegaskan bahwa rumah sakit harus hadir bukan sekadar sebagai tempat masyarakat mendapatkan pengobatan, tetapi juga sebagai institusi pelayanan publik yang memahami kondisi dan kebutuhan pasien. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus terus diarahkan agar semakin mudah, cepat, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

“Kamii ada untuk masyarakat. Kami ingin pelayanan kesehatan benar-benar berpihak kepada pasien, terutama pasien lansia dan pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan pelayanan secara berkelanjutan,” tegasnya.Sabtu 29/8/2026.

Kebijakan tersebut dinilai penting mengingat pasien lansia dan penderita penyakit kronis seperti Tuberkulosis (TB) paru dan Diabetes Melitus (DM) membutuhkan kepatuhan terhadap jadwal pengobatan. Proses antrean yang terlalu panjang berpotensi menjadi beban tambahan bagi pasien yang secara fisik sudah memiliki keterbatasan.

Dengan pola pelayanan yang lebih terintegrasi, pengupayaan memastikan pasien tetap memperoleh obat sesuai kebutuhan tanpa harus menghadapi proses yang menyulitkan. Pengantaran obat ke rumah juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Orientasinya bukan semata-mata menyelesaikan persoalan administratif, melainkan memastikan kesinambungan pengobatan pasien tetap terjaga.

Terobosan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pelayanan tidak selalu harus diwujudkan melalui pembangunan fasilitas baru. Perbaikan sistem, kecepatan pelayanan, serta kepedulian terhadap kondisi pasien justru menjadi bagian penting dari pelayanan publik.

Pasien lansia tidak hanya membutuhkan obat dan tindakan medis, tetapi juga membutuhkan pelayanan yang mempertimbangkan usia, kondisi fisik, serta kemampuan mereka dalam menjalani prosedur pelayanan rumah sakit. Karena itu, langkah memangkas antrean dan menghadirkan layanan pengantaran obat menjadi pesan kuat bahwa pasien ditempatkan sebagai pusat pelayanan.

Umie Kulsum juga menegaskan RSUD Pakuhaji siap menerima pasien rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), termasuk puskesmas, sesuai mekanisme rujukan dan kemampuan pelayanan rumah sakit. Sebagai rumah sakit tipe C, pelayanan diberikan berdasarkan kompetensi, kapasitas, sarana dan prasarana, serta jenis layanan yang tersedia.

“Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan pertama dan membutuhkan pelayanan lanjutan berdasarkan rujukan, Kami siap mengantakan obat dan memberikan pelayanan sesuai kemampuan, sarana-prasarana, serta kapasitas sebagai rumah sakit tipe C,” jelasnya.

Pernyataan ini sekaligus mempertegas posisi RSUD Pakuhaji sebagai bagian dari mata rantai pelayanan kesehatan masyarakat, bukan sekadar tempat menerima pasien, tetapi institusi yang harus mampu memastikan kesinambungan pelayanan sesuai kebutuhan medis.

Sebagai rumah sakit daerah yang tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan medis,
RSUD Pakuhaji juga berupaya menghadirkan pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pelayanan yang cepat, mudah, dan manusiawi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit pemerintah.

Bagi pasien lansia dan penderita penyakit kronis, pelayanan yang tidak berbelit dapat memberikan dampak besar. Mereka tidak lagi harus menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk mendapatkan obat yang menjadi bagian penting dari keberlanjutan terapi. RSUD Pakuhaji ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan tidak berhenti di balik pintu rumah sakit. Ketika pasien memiliki keterbatasan untuk datang, pelayanan harus mampu mendekat kepada pasien.

Dengan semangat pelayanan , Rumah Sakit harus benar-benar menjadi milik dan hadir untuk masyarakat. Bukan pasien yang dipaksa mengikuti rumitnya pelayanan, tetapi pelayananlah yang harus terus dibenahi agar semakin dekat, cepat, mudah, dan berpihak kepada pasien.(ADV)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
Cari Blog Ini
Popular Posts