AMBON, lingkar7.com
Promotor Pattimura International Big Fight 2026, Nikolas Johan Kilikily, S.H., M.H., bersama Co-Promotor Yance Rahayaan menegaskan komitmen strategisnya dalam menyukseskan peringatan HUT ke-209 Kapitan Pattimura yang akan digelar pada 15 Mei 2026 di Ambon.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui langkah diplomasi daerah dengan melakukan koordinasi langsung bersama Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, S.T. Pertemuan resmi yang berlangsung di Ambon ini juga diperkuat dengan penyampaian surat formal sebagai bentuk legitimasi dan keseriusan penyelenggaraan event bertaraf internasional tersebut.
Dalam keterangannya, Benhur Watubun memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dua putra daerah Maluku tersebut. Ia menilai, momentum peringatan HUT Pattimura memiliki relevansi historis dan kultural yang kuat untuk dikolaborasikan dengan ajang olahraga prestisius.
“Gagasan ini bukan sekadar event olahraga, tetapi manifestasi nilai perjuangan Kapitan Pattimura dalam konteks kekinian. Tinju menjadi medium strategis untuk membangun karakter generasi muda yang tangguh dan berdaya saing,” tegasnya.
Event Pattimura International Big Fight 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei 2026 di Studio Utama TVRI, dan akan disiarkan secara nasional. Ajang ini akan mempertandingkan sejumlah gelar bergengsi, antara lain:
● Sabuk Emas Gubernur Maluku
● Sabuk Emas Gubernur Maluku Utara
● Piala Terbaik Pahlawan Kapitan Pattimura
● Piala Atlet Berbakat binaan pelatih nasional asal Maluku.
Tidak berhenti di Ambon, rangkaian konsolidasi diperluas melalui safari ke Ternate. Agenda ini bertujuan mengundang secara langsung Gubernur Maluku dan Gubernur Maluku Utara, beserta pimpinan DPRD dari kedua provinsi, untuk hadir dalam puncak perhelatan di Jakarta.
Menurut Nikolas Johan Kilikily, kehadiran para pemimpin daerah akan memberikan legitimasi moral sekaligus memperkuat ikatan emosional masyarakat Maluku dan Maluku Utara di perantauan.
“Ini bukan sekadar pertandingan tinju. Ini adalah panggung kebudayaan, persaudaraan, dan identitas. Kami ingin menghadirkan semangat Lawamena Haulala sebagai filosofi hidup orang Maluku—kuat dalam persaudaraan, tangguh dalam perjuangan,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang mengintegrasikan olahraga, sejarah, dan identitas kultural, Pattimura International Big Fight 2026 diharapkan menjadi katalisator kebangkitan tinju nasional, sekaligus etalase pembinaan atlet dari kawasan timur Indonesia yang selama ini dikenal sebagai lumbung petinju berbakat.
Lebih dari itu, event ini diproyeksikan menjadi simbol rekonsolidasi sosial dan penguatan solidaritas masyarakat Maluku dan Maluku Utara, baik di daerah asal maupun di diaspora nasional.
Lawamena Haulala
_Kuat dalam Persaudaraan, Tangguh dalam Perjuangan_
Rhm/Ros



