Terminal Kalideres Perkuat Fungsi Ekologis Kawasan Transportasi, 19 Pohon Tabebuya Siap Hijaukan Ruang Publik

JAKARTA, lingkar7.com
Komitmen menghadirkan kawasan transportasi publik yang tidak hanya berfungsi sebagai simpul mobilitas masyarakat, tetapi juga memiliki nilai ekologis, estetika, dan keberlanjutan lingkungan terus diperkuat oleh Unit Pengelola (UP) Terminal Angkutan Jalan Kalideres.

Sebagai bagian dari strategi penataan kawasan berbasis lingkungan hidup dan pengembangan ruang publik yang lebih humanis, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Terminal Bus Kalideres, Nur Prasetyo, bersama jajaran Satuan Pelaksana Pertamanan Kecamatan Kalideres, melaksanakan survei lapangan untuk menetapkan titik final program penanaman pohon tabebuya di lingkungan Terminal Bus Kalideres, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan survei tersebut menjadi tahapan penting dalam proses perencanaan penghijauan yang dilakukan secara terukur dan berbasis kajian lapangan. Penentuan lokasi penanaman tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis dan tata ruang kawasan terminal, tetapi juga memperhitungkan manfaat ekologis, fungsi peneduh, estetika visual, serta kontribusinya terhadap peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.

Dari hasil survei yang dilakukan bersama, disepakati rencana penanaman 19 pohon tabebuya yang akan ditempatkan pada sejumlah titik strategis di area terminal.

Kehadiran pohon-pohon tersebut diharapkan mampu memperkuat karakter kawasan sebagai ruang publik yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa transportasi.

Adapun lokasi penanaman yang telah ditetapkan meliputi area taman ruang tunggu sebanyak satu pohon, area dekat halte Transjakarta keberangkatan pintu selatan tiga pohon, sisi timur Food Court enam pohon, sisi utara Food Court dua pohon, arah pintu keluar sisi utara satu pohon, area pintu keluar tiga pohon, area pintu masuk satu pohon, sisi selatan pojok kanan Food Court satu pohon, serta area sebelah utara kantor terminal satu pohon.

Pemilihan pohon tabebuya sebagai vegetasi utama bukan tanpa alasan. Selain memiliki daya adaptasi yang baik terhadap iklim perkotaan, tabebuya dikenal sebagai tanaman peneduh yang mampu menyerap karbon, menghasilkan oksigen, mengurangi paparan panas permukaan, serta menghadirkan keindahan visual melalui karakteristik bunganya yang berwarna cerah dan menarik.

Dalam perspektif tata kota modern, keberadaan vegetasi di kawasan transportasi publik menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur hijau (green infrastructure) yang berfungsi memperkuat kualitas lingkungan sekaligus mendukung kesehatan masyarakat.

Kasatpel Terminal Bus Kalideres, Nur Prasetyo, menegaskan bahwa program penghijauan tersebut merupakan implementasi nyata dari transformasi terminal modern yang tidak lagi dipandang semata sebagai tempat perpindahan moda transportasi, melainkan sebagai ruang publik yang memiliki dimensi sosial, ekologis, dan edukatif.

“Terminal modern tidak hanya berfungsi sebagai pusat mobilitas masyarakat, tetapi juga harus mampu menghadirkan lingkungan yang humanis, sehat, nyaman, dan berwawasan lingkungan. Penanaman pohon tabebuya ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan kawasan terminal yang lebih hijau, teduh, dan representatif bagi seluruh pengguna layanan transportasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan bahwa pengembangan ruang hijau di kawasan terminal memiliki nilai strategis dalam mendukung upaya mitigasi dampak perubahan iklim di wilayah perkotaan yang semakin padat aktivitas.

Keberadaan vegetasi dinilai mampu membantu menurunkan suhu mikro kawasan, meningkatkan kualitas udara melalui penyerapan polutan, mengurangi efek urban heat island atau pulau panas perkotaan, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.

Selain itu, ruang hijau di kawasan transportasi publik juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas pengalaman pengguna layanan. Lingkungan terminal yang asri dan tertata diyakini dapat memberikan kenyamanan psikologis, memperbaiki kualitas interaksi sosial, serta memperkuat citra terminal sebagai fasilitas publik yang modern dan berorientasi pada pelayanan.

“Pembangunan sektor transportasi saat ini harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Karena itu, penghijauan kawasan terminal bukan hanya kegiatan penanaman pohon semata, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas hidup masyarakat perkotaan yang lebih baik,” tambahnya.

Program penanaman pohon tabebuya di Terminal Bus Kalideres juga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperluas ruang terbuka hijau, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, serta memperkuat implementasi konsep pembangunan kota berkelanjutan (sustainable city development).

Melalui integrasi antara fungsi transportasi, tata ruang, dan pelestarian lingkungan, kawasan terminal diharapkan mampu menjadi contoh penerapan pembangunan berkelanjutan yang menempatkan aspek ekologis sebagai bagian integral dari sistem pelayanan publik.

Dengan terealisasinya penanaman 19 pohon tabebuya tersebut, Terminal Bus Kalideres diharapkan tidak hanya tampil lebih representatif sebagai salah satu gerbang utama transportasi darat di Jakarta Barat, tetapi juga berkembang menjadi model pengelolaan terminal modern yang mampu mengharmoniskan fungsi mobilitas, estetika kawasan, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu kerangka pembangunan yang visioner, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.


Rhm